• +62 852-1050-9262
  • pddcbz@gmail.com
  • Jatiasih, Bekasi
Sistem Pengereman Tambahan Pada Mobil…

Sistem Pengereman Tambahan Pada Mobil…

Sistem pengereman tambahan sifatnya hanya membantu sistem pengereman utama pada mobil atau kendaraan, seperti Engine Brake yang berfungsi untuk membantu menurunkan kecepatan pada manuver tertentu dan Rem Parkir (Parking Brake) yang membuat mobil atau kendaraan tidak bergerak pada saat diparkirkan. Kedua sistem ini tidak terintegrasi dengan sistem Rem Utama ( Terpisah dan menggunakan sistem secara mandiri ).

a. Engine Brake ( Sistem Pengereman Tambahan pada mobil ).

Engine brake adalah teknik memperlambat laju kendaraan dengan cara menurunkan gigi transmisi ke posisi yang lebih rendah secara bertahap. Teknik ini memanfaatkan hambatan putaran mesin untuk mengurangi kecepatan tanpa perlu terlalu sering menggunakan rem utama, sehingga dapat mengurangi risiko rem blong dan keausan pada sistem pengereman, terutama saat berada di jalan menurun yang panjang dan curam. 

Silahkan Hubungi Public Relation PDDC (Professional Defensive Driving Course) untuk mengetahui dan mendalami materi lebih lanjut di nomor +62 852 1050 9262 (Whatsapp tersedia)

Safe Driving will Save Your Life and Your Money

Cara Melakukan Engine Brake.

Pada Mobil Transmisi Manual :

  • Lepaskan kaki dari pedal gas.
  • Turunkan gigi secara bertahap dan berurutan, misalnya dari gigi 4 ke 3, lalu ke 2 ( Tergantung pada laju kecepatan kendaraan dan sudut penurunan jalan ).
  • Lepaskan pedal kopling secara perlahan agar perpindahan gigi tidak terlalu menghentak.
  • Untuk jalan datar cukup hanya melepaskan kaki dari pedal gas bila hanya akan mengurangin laju kecepatan kendaraan untuk menjaga jarak aman.


Pada Mobil Transmisi Otomatis (Matic) :

  • Pindahkan tuas transmisi dari posisi ‘D’ ke posisi yang lebih rendah seperti ‘3’ , ‘2’ atau ‘L’.
  • Anda juga bisa memanfaatkan tombol ‘Over Drive’ ( OD ) untuk memindahkannya ke gigi yang lebih rendah. 


Manfaat Engine Brake :

  • Mengurangi Penggunaan Rem Utama : Membantu menjaga sistem pengereman agar tidak terlalu panas, terutama saat menuruni turunan yang panjang.
  • Mencegah Rem Blong : Mengurangi risiko rem kehilangan daya gesek karena terlalu panas (overheat).
  • Mengurangi Keausan Rem : Membantu memperlambat laju kendaraan sehingga kampas rem lebih awet.
  • Memberi Kendali Lebih : Meningkatkan kontrol saat kendaraan akan bermanuver. 


b. Rem Parkir.

  • Rem Parkir ( Rem Tangan ) : Merupakan sistem sekunder yang tidak bergantung pada sistem hidrolik. Biasanya berupa tuas atau tombol yang mengunci roda belakang secara mekanis untuk mencegah mobil agar tidak bergerak saat diparkir.
Sistem Pengereman Tambahan Pada Mobil...
Rem Tangan atau Hand Brake pada Mobil

Rem parkir (atau rem tangan) adalah sistem pengereman tambahan pada mobil yang fungsinya untuk menahan kendaraan agar tidak bergerak saat diparkir atau saat mesin mati, terutama di area yang sedikit tidak rata. Sistem ini bekerja secara independen dari rem utama dan biasanya dioperasikan melalui tuas, pedal, atau tombol elektronik di dalam kabin. 

Silahkan Hubungi Public Relation PDDC (Professional Defensive Driving Course) untuk mengetahui dan mendalami materi lebih lanjut di nomor +62 852 1050 9262 (Whatsapp tersedia)

Safe Driving will Save Your Life and Your Money

Fungsi Utama Rem Parkir :

  • Menahan Kendaraan Saat Parkir : Mencegah mobil agar tidak bergerak atau berjalan saat diparkiran.

Cara Kerja :

  • Saat rem parkir diaktifkan, ia akan menyalurkan tekanan melalui kabel ke sistem rem belakang, sehingga mengunci roda belakang atau mencegah roda berputar.
  • Jenis rem parkir yang berbeda memiliki cara kerja yang sedikit berbeda, seperti jenis tuas yang diangkat ke atas, jenis pedal yang diinjak, atau jenis tombol elektrik yang diaktifkan. 


Jenis Rem Parkir :

  • Rem Parkir Tipe Tuas ( Stik ) : Tuas yang biasanya terletak di konsol tengah, dioperasikan dengan cara menariknya ke atas dan menekan tombol di ujungnya untuk melepaskan penguncinya.
  • Rem Parkir Tipe Pedal : Untuk mengaktifkannya, injak pedal rem yang seperti pedal kopling. Cara melepaskannya adalah dengan menginjak sekali lagi pedal tersebut sampai dalam, kemudian lepaskan pedalnya hingga rem parkir tersebut terlepas ( Jenis rem parkir ini biasanya hanya terdapat pada mobil bertransmisi automatic ).
  • Rem Parkir Tipe Tombol ( Elektronik ) : Tipe paling modern yang diaktifkan dengan sebuah tombol. Rem parkir akan berfungsi secara otomatis dengan menggunakan sensor. 


Hal yang perlu diperhatikan :

  • Untuk kendaraan bertransmisi automatic pastikan terlebih dahulu rem parkir aktif bekerja baru posisikan tuas transmisi pada posisi P.
  • Jika kendaraan akan ditinggal dalam waktu lama, lebih baik gunakan ganjalan ban atau tire stopper sebagai pembantu tambahan untuk menahan beban kendaraan terutama pada area parkir yang sedikit kurang rata (seperti parkiran garasi rumah yang agak miring).


Silahkan Hubungi Public Relation PDDC (Professional Defensive Driving Course) untuk mengetahui dan mendalami materi lebih lanjut di nomor +62 852 1050 9262 (Whatsapp tersedia)

Safe Driving will Save Your Life and Your Money


Regulasi dan Standar Keselamatan Internasional.

Sistem Pengereman Tambahan Pada Mobil...

Beberapa standar internasional yang mengatur sistem rem :

Regulasi PBB (UNECE Regulations)

  • Regulasi Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE) diadopsi secara luas di banyak negara di luar Eropa.
  • UNECE Regulation No. 13: Mengatur sistem rem untuk kendaraan berat (kategori M, N, dan O, kecuali beberapa sub-kategori ringan).
  • UNECE Regulation No. 13-H: Mengatur sistem rem untuk mobil penumpang (kategori M1) dan kendaraan ringan, sering diselaraskan dengan standar AS.
  • UNECE Regulation No. 131: Mengatur Sistem Pengereman Darurat Otomatis Tingkat Lanjut (Advanced Emergency Braking Systems/AEBS) untuk kendaraan berat.
  • UNECE Regulation No. 139: Mengatur Sistem Bantuan Rem (Brake Assist Systems/BAS). 


Standar Organisasi Internasional (ISO)

ISO menetapkan berbagai standar yang mencakup komponen, metode pengujian, dan aspek fungsional tertentu, daripada regulasi keselamatan yang bersifat wajib secara hukum di suatu negara (seperti ECE atau FMVSS). 

  • ISO 15484 : Mengatur definisi produk dan jaminan kualitas untuk bahan gesekan kampas rem.
  • ISO 26262 : Standar keselamatan fungsional (functional safety) untuk sistem elektronik otomotif, termasuk subsistem rem seperti ABS dan ESC, untuk meminimalkan bahaya jika terjadi malfungsi sistem.
  • ISO 21994 : Menentukan metode uji jarak berhenti garis lurus dengan ABS aktif untuk mobil penumpang. 


Harapan Kami

Sistem rem pada mobil adalah teknologi yang cukup kompleks dan terus berkembang untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi. Namun, perawatan berkala dan pemahaman pengemudi terhadap sistem dan teknik pengereman yang benar tetap menjadi hal yang sangat krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Ingat Hati-hati Rem Blong saat melakukan perjalanan, segera lakukan antisipasi sebelum hal itu terjadi…!

Seseorang dapat dikatakan Ahli mengemudi jika menunjukkan kemampuan berkendara yang focus, terampil dan aman, termasuk menguasai keterampilan dasar seperti posisi duduk yang benar, menguasai kemudi, penggunaan pedal dan tuas, serta kepekaan dalam memantau situasi lalulintas jalan. Pengemudi yang ahli juga mampu bereaksi cepat dan tepat terhadap kondisi jalan dengan menjaga kecepatan dan jarak yang aman serta memiliki kesadaran penuh terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga tidak membahanyakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Defensive Driving Training mencakupi semua untuk menjadikan Anda Seorang yang Ahli dalam Mengemudi.

Berikut Kami lampirkan link dari postingan Kami sebelumnya : https://pddc.bz/sistem-kerja-rem-pada-mobil-dan-penjelasannya/

Dan Kami berikan Link dari Auto 2000 : https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/jenis-rem-pada-mobil

Serta silahkan untuk membaca artikel lainnya yang tak kalah seru dan penuh pelajaran mengemudi, silahkan kunjungi WEB Kami untuk membaca postingan kami di jendela BLOG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *