• +62 852-1050-9262
  • pddcbz@gmail.com
  • Jatiasih, Bekasi
Defensive Riding Untuk Keselamatan Berkendara

Defensive Riding Untuk Keselamatan Berkendara

Berkendara Motor : Praktis, Tapi Penuh Risiko…inilah sekelumit teknik dari Defensive Riding.

10 Kesalahan Pengendara Motor yang Bisa Berakibat Fatal

Berkendara menggunakan sepeda motor memang praktis dan efisien, terutama di kota yang sering macet. meskipun begitu, ada banyak risiko jika pengendara melakukan kesalahan, bahkan yang terlihat sepele. Selain, kesalahan pengendara sering dianggap remeh, padahal bisa berakibat fatal bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengendara memahami bahaya di jalan dan cara menghindarinya, misalnya dengan mengikuti Defensive Riding.


Apa Itu Defensive Riding?

Defensive Riding adalah perilaku pengendara yang mengenali, mengantisipasi, dan menghindari potensi bahaya saat berkendara. dengan kata lain, pengendara harus memahami kondisi diri sendiri, kendaraan, jalan, dan perilaku pengguna jalan lain, serta mampu mengambil keputusan tepat saat menghadapi situasi berbahaya.

Lebih dari itu, Defensive Riding tidak hanya mengikuti aturan lalu lintas, tetapi juga melibatkan kesadaran penuh terhadap lingkungan sekitar dan kemampuan merespons cepat. Oleh karena itu, penerapan Defensive Riding penting untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.


1. Tidak Memakai Helm dengan Benar bukanlah Defensive Riding.

Helm adalah perlengkapan keselamatan utama saat berkendara. Sayangnya, banyak pengendara hanya sekadar “memakai” helm tanpa mengencangkan tali atau memilih helm yang tidak aman.

Akibatnya, kepala pengendara tidak terlindungi saat kecelakaan. Faktanya, memakai helm dengan benar hanya butuh beberapa detik, namun bisa menyelamatkan nyawa.


2. Mengabaikan Lampu Isyarat ( Lampu Sein ) akan dibahas dalam materi Defensive Riding.

Lampu sein adalah komunikasi antar pengendara. Mengabaikannya saat berbelok atau pindah jalur dapat berisiko tinggi. padahal, banyak pengendara merasa jalan sepi sehingga tidak perlu menyalakan sein.

Akibatnya, kecelakaan bisa terjadi jika pengendara lain tidak tahu arah Anda. Selalu gunakan lampu sein, bahkan di jalan sepi.

terlihat dalam gambar trainer pddc sedang memberikan penjelasan Safety Riding Training kepada pada karyawan suatu perusahaan di halaman parkir sambil memegang motor
Defensive Riding (Motorcycle) Training

3. Berkendara dengan Kecepatan Tinggi.

Berkendara kencang memperpendek waktu reaksi dan memperpanjang jarak pengereman. Lebih dari itu, risiko kecelakaan parah meningkat.

Patuhi batas kecepatan dan sesuaikan dengan kondisi jalan.


4. Menggunakan Ponsel Saat Berkendara bukanlah dari Defensive Riding.

Menggunakan ponsel saat berkendara sangat berbahaya karena mengalihkan perhatian. Faktanya, sekali saja mengalihkan pandangan dari jalan, risiko kecelakaan meningkat.

Berhenti di tempat aman jika hendak menerima telepon penting saat mengemudi.


5. Tidak Memeriksa Kendaraan Sebelum Berkendara bukanlah Defensive Riding.

Ban kurang angin, rem tidak berfungsi, atau lampu mati bisa menyebabkan kecelakaan. Padahal, memeriksa kendaraan hanya butuh beberapa menit.

Pastikan semua bagian kendaraan berfungsi. Hal ini tidak hanya untuk keselamatan Anda, juga untuk pengendara lain.


6. Melawan Arus Lalu Lintas adalah ciri pengendara yang tidak mengikuti Defensive Riding.

Melawan arus terlihat menghemat waktu, tindakan ini sangat berbahaya karena mengejutkan pengendara lain.

Akibatnya tabrakan head-on sering terjadi. Selain itu melawan arus melanggar hukum, hal ini tidak diajarkan dalam Defensive Riding.


7. Tidak Menjaga Jarak Aman hal yang dilarang dalam Defensive Riding.

Jarak terlalu dekat memperpendek waktu reaksi dan pengereman, akhirnya/akibatnya risiko tabrakan dari belakang meningkat jika kendaraan depan berhenti tiba-tiba.

Selalu jaga jarak minimal 3–4 detik. selain itu, hal ini diajarkan dalam Defensive Riding.


8. Membawa Barang Berlebihan

Barang berlebihan bisa jatuh dan membahayakan pengendara lain. untuk meringkas, barang yang tidak diikat dengan baik berisiko. selain itu, membawa barang terlalu banyak memengaruhi keseimbangan kendaraan.

Ikat barang dengan aman. jika terlalu banyak, gunakan kendaraan lain atau lakukan beberapa kali perjalanan.


9. Tidak Mematuhi Rambu Lalu Lintas.

Tidak mematuhi rambu seperti lampu merah atau zebra cross berbahaya. Bagaimanapun juga, rambu dibuat untuk keselamatan semua pengguna jalan.

Melanggar rambu tidak hanya berisiko kecelakaan, tetapi juga bisa dikenai sanksi hukum. oleh karena itu, selalu patuhi rambu lalu lintas.


10. Berkendara dalam Kondisi Tidak Fit.

Berkendara saat mengantuk, sakit, atau di bawah pengaruh alkohol sangat berbahaya. Setelah itu, konsentrasi dan refleks menurun, sehingga risiko kecelakaan meningkat.

Tunda perjalanan atau gunakan transportasi lain jika tidak fit, bagaimanapun juga, keselamatan adalah prioritas utama.

Kesalahan pengendara motor yang terlihat sepele bisa berakibat fatal jika tidak dihindari. Pertama, kedua, ketiga : mulai dari tidak memakai helm dengan benar, mengabaikan lampu sein, hingga berkendara dalam kondisi tidak fit, semua kesalahan ini dapat menimbulkan risiko kecelakaan serius. Selalu prioritaskan keselamatan dengan mematuhi aturan lalu lintas, memeriksa kondisi kendaraan, dan berkendara dengan penuh konsentrasi. Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kita bisa mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman bagi semua pengguna jalan. Selalu ingat, keselamatan adalah yang utama !

Berikut beberapa kesalahan pengendara motor yang bisa berakibat fatal, baik bagi diri sendiri maupun orang lain yang dibawa. Dan, masih ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan kecelakaan. Selalu berhati-hati saat berkendara untuk keselamatan kita bersama.

11. Dan masih banyak lagi Kesalahan dari Pengendara.

Sumber :

https://dephub.go.id

https://www.detik.com

berikut kami sertakan internal link dari postingan kami :
https://pddc.bz/profil-pddc-trainer-ahli-safety-defensive-driving-di-pddc/